Mengenal Heat Transfer Oil: Arti, Jenis, dan Aplikasinya di Industri

Fluida oli dalam operasional mesin industri memiliki banyak fungsi. Mulai dari mengurangi gesekan antar komponen pada mesin, melindungi mesin dari korosi, ataupun menjaga suhu di mesin agar tetap stabil. 

Di luar itu, masih ada satu lagi fungsi dari oli yaitu sebagai medium penghantar panas. Sebab banyak sektor industri yang mengandalkan proses pemanasan dalam produksinya. Dalam konteks inilah peran oli penghantar panas atau heat transfer oil dibutuhkan.  

Meski begitu ada juga sebagian pabrik yang menggunakan fluida air sebagai medium penghantar panas. Namun fluida air memiliki titik didih di 100℃, sehingga untuk industri atau pabrik yang beroperasi di suhu tinggi (>100℃), mereka menggunakan fluida oli sebagai medium transfer panasnya. Sebut saja di industri makanan dan minuman (F&B), tekstil, kimia, minyak dan gas, aspal, dan lain sebagainya. 

Artikel berikut ini akan membahas tentang heat transfer oil secara lebih lengkap dan mendalam, termasuk rekomendasi produk heat transfer oil berkualitas. 

Baca juga: Pelumas Seriola Series, Heat Transfer Fluid

Arti Heat Transfer Oil dan Sistem Kerjanya

Heat transfer oil adalah oli yang diformulasikan khusus untuk menghantarkan panas pada sistem pemanas seperti heat thermal boiler. Oli tetap mampu beroperasi meski dalam suhu tinggi sehingga menjadi pilihan yang lebih efisien dalam lingkungan industri. Utamanya untuk aplikasi yang membutuhkan pemanasan secara kontinu.

Heat transfer oil bersirkulasi dalam sistem pemanasan. Beberapa komponen yang terdapat dalam sistem sirkulasi ini adalah expansion vessel atau expansion tank, pump, heat generator, heat exchanger, filter, dan recovery tank. 

Oli ditampung dalam expansion vessel atau expansion tank. Suhu di dalam tangki dijaga di rentang 55-60℃. Oli kemudian bersirkulasi dari expansion vessel ke bagian pump. Dari pump inilah kemudian oli dipompa ke heat generator untuk dipanaskan, lalu ada perpindahan panas di heat exchanger. 

Sebelum kembali ke pompa untuk pengulangan sirkulasi, oli harus terlebih dahulu melalui filter. Fungsinya untuk menyaring kotoran-kotoran yang terbawa oleh oli dari heat generator dan heat exchanger.

Singkatnya:
Heat transfer oil dari expansion vessel → dipompa → dipanaskan di heat generator → mengalir ke heat exchanger → kembali ke sistem setelah melewati filter → masuk lagi ke pompa → dan berulang.

Jenis-Jenis Heat Transfer Oil

Heat transfer oil bisa diklasifikasikan berdasarkan jenis base oilnya yaitu mineral dan sintetik. Berikut penjelasannya:

1. Heat transfer oil mineral 

Heat transfer oil yang memiliki base oil mineral umumnya digunakan pada sistem dengan suhu kerja sedang (maksimal 300°C). Keunggulannya adalah lebih ekonomis dari segi harga. Namun lifetime atau umur pakainya lebih pendek. 

2. Heat transfer oil sintetik 

Heat transfer oil sintetik bisa digunakan untuk industri dengan sistem pemanasan di suhu tinggi (>300°C). Oli ini memiliki stabilitas termal dan ketahanan terhadap oksidasi yang lebih baik. Begitu juga dengan viskositas dan kebersihannya. Secara keseluruhan, oli sintetik lebih unggul kinerjanya daripada oli mineral.

3. Heat transfer oil khusus food grade

Heat transfer oil jenis ini dikhususkan untuk industri makanan dan minuman. Base olinya adalah sintetik. Karena digunakan pada industri makanan dan minuman, oli sudah harus memenuhi standar khusus sehingga tetap aman jika terjadi kontak insidental dengan produksi makanan atau minuman.

Aplikasi Heat Transfer Oil di Industri

Heat transfer oil digunakan dalam berbagai industri, di antaranya:

1. Industri plastik dan karet

Pada industri plastik dan karet, sistem pemanasan dibutuhkan pada mesin extruder, calender, roller, atau mold.

2. Industri tekstil

Di industri tekstil biasanya beroperasi di suhu tinggi, di atas 250°C. Oli transfer panas ini dibutuhkan untuk proses heat setting, dyeing, dan drying dengan suhu stabil dan merata. 

3. Industri kimia dan petrokimia

Di industri ini, heat transfer oil digunakan untuk memanaskan reaktor, tangki, atau pipa dalam proses kimia.

4. Industri makanan dan minuman

Heat transfer oil digunakan untuk aplikasi pemanas seperti fryer, oven, atau alat produksi makanan olahan (mie instan dan snack).

5. Industri minyak dan gas

Digunakan pada proses pemanasan tangki timbun (storage tank), dehidrasi, atau fraksinasi

6. Pabrik aspal atau bitumen

Diaplikasikan dalam proses pemanasan bitumen tank atau proses pencampuran aspal

Baca juga: Succes Story TotalEnergies Seriola 3120

Rekomendasi Heat Transfer Oil Berkualitas dari TotalEnergies

Untuk solusi pemanasan industri yang aman dan stabil, TotalEnergies menghadirkan produk heat transfer oil berkualitas tinggi yaitu Seriola Series.

Sebagai fluida penghantar panas, TotalEnergies Seriola Series dirancang dengan formula khusus untuk memberikan performa optimal dalam menjaga suhu sistem dengan efisien dan aman. Beberapa produk TotalEnergies Seriola Series di antaranya:

  • Seriola 32: Berbasis mineral, cocok untuk industri yang beroperasi dengan suhu sedang (di bawah 300 °C)
  • Seriola 3120: Dibekali dengan base sintetik Alkylbenzene. Tahan panas & oksidasi, cocok untuk operasional di suhu ekstrem. Performa stabil, menjaga mesin tetap optimal.

Selain Seriola Series, TotalEnergies juga menghadirkan heat transfer oil food grade yaitu Nevastane HTF. Nevastane HTF sudah memenuhi standar baku food grade seperti NSF H1, FDA, Halal & Kosher, serta ISO 21469. 

Butuh Rekomendasi Produk Heat Transfer Oil yang Sesuai Kebutuhan?

Sebagai autohorized distributor TotalEnergies di Indonesia, Nabel Sakha Gemilang menyediakan produk pelumas berkualitas untuk berbagai kebutuhan industri. Kami memiliki tim teknis yang siap memberikan bantuan untuk Anda yang ingin berkonsultasi terkait penggunaan heat transfer oil ataupun pelumas industri lainnya.

Hubungi kami sekarang untuk informasi pemesanan, konsultasi, maupun penawaran di sales@nabelsakha.com atau klik tombol di bawah ini.

Butuh Bantuan Teknis?
Bot

Technical Assistance

Nabel Sakha Gemilang

Secured by Nabel Sakha