Oleh Tim Teknis Nabel Sakha | Mei 2026 | ⏱ 9 menit baca
Kenapa Kode di Label Pelumas Itu Penting?
Pernah memegang dua drum pelumas dengan harga yang beda cukup jauh, tapi bingung mana yang benar untuk mesin Anda?
Atau pernah membuka manual mesin dan menemukan kode seperti ini:
“Use lubricant conforming to ISO VG 46, DIN 51524 Part 2 HLP”
…dan tidak tahu harus mulai dari mana?
Kalau iya, artikel ini memang ditulis untuk Anda.
Kode-kode spesifikasi di label pelumas bukan sekadar jargon teknis. Mereka adalah “bahasa universal” antara produsen mesin dan produsen pelumas — sebuah sistem yang memastikan pelumas yang masuk ke dalam mesin Anda benar-benar sesuai dengan apa yang dirancang oleh insinyur mesin tersebut.
Salah membacanya bisa berujung pada pemilihan pelumas yang tidak tepat. Dan seperti yang sudah banyak terjadi di lapangan: pelumas yang tidak tepat adalah salah satu penyebab utama kerusakan mesin prematur, padahal mesinnya sendiri masih baru atau belum waktunya rusak.
Mari kita bedah satu per satu.
ISO VG: Skala Kekentalan yang Paling Sering Ditemui
Hampir semua pelumas industri akan mencantumkan kode ISO VG diikuti dengan sebuah angka. Ini adalah standar internasional yang paling dasar dan paling penting untuk dipahami.
ISO = International Organization for Standardization VG = Viscosity Grade (kelas viskositas)
Apa Itu Viskositas?
Viskositas adalah ukuran “ketebalan” atau “kekentalan” suatu cairan. Dalam konteks pelumas, viskositas menentukan seberapa mudah pelumas mengalir dan seberapa tebal lapisan film perlindungan yang terbentuk di antara dua permukaan yang bergesekan.
Viskositas diukur dalam satuan cSt (centistokes) pada suhu standar 40°C.
Skala ISO VG
ISO VG menggunakan 18 tingkatan standar:
| ISO VG | Viskositas di 40°C (cSt) | Aplikasi Umum |
|---|---|---|
| ISO VG 2 | 2,2 | Instrumen presisi, alat ukur |
| ISO VG 10 | 10 | Spindle, tekstil mesin kecepatan tinggi |
| ISO VG 22 | 22 | Kompresor udara ringan, spindle |
| ISO VG 32 | 32 | Sistem hidrolik ringan, kompresor |
| ISO VG 46 | 46 | Sistem hidrolik umum, kompresor sedang |
| ISO VG 68 | 68 | Gearbox ringan, sistem hidrolik berat |
| ISO VG 100 | 100 | Gearbox sedang, beberapa kompresor |
| ISO VG 150 | 150 | Gearbox industri |
| ISO VG 220 | 220 | Gearbox berat, worm gear |
| ISO VG 320 | 320 | Gearbox sangat berat, chain |
| ISO VG 460 | 460 | Open gear, aplikasi beban sangat tinggi |
| ISO VG 680 | 680 | Gearbox kecepatan sangat rendah |
| ISO VG 1000 | 1000 | Gear terbuka, aplikasi beban ekstrem |
Aturan Praktis yang Perlu Diingat
Angka lebih besar = lebih kental = lebih lambat mengalir
Kental tidak selalu lebih baik. Pelumas yang terlalu kental untuk sebuah aplikasi justru akan:
- Meningkatkan hambatan aliran dan konsumsi energi
- Menyulitkan start-up pada suhu rendah
- Menghasilkan panas berlebih akibat “gesekan viskous”
Pelumas yang terlalu encer juga bermasalah:
- Film tipis tidak cukup melindungi permukaan logam
- Kebocoran lebih mudah terjadi
- Umur pakai mesin berkurang drastis
Selalu gunakan ISO VG yang spesifik tertulis di manual mesin. Jangan mengganti grade hanya karena stok sedang habis atau karena harga grade lain lebih murah.
API: Standar Kualitas untuk Pelumas Mesin dan Hidrolik
API = American Petroleum Institute
Standar API mengklasifikasikan pelumas berdasarkan kualitas dan performa, bukan hanya viskositas. Ada dua kelompok besar yang perlu dikenal:
API untuk Pelumas Mesin (Engine Oil)
Ditandai dengan dua huruf kapital. Huruf pertama menunjukkan jenis mesin:
- S (Service) = untuk mesin bensin (spark ignition)
- C (Commercial) = untuk mesin diesel
Huruf kedua menunjukkan tingkat kualitas, makin ke belakang alfabet = makin modern dan makin baik perlindungannya.
Contoh tingkatan diesel yang umum di industri:
- API CF → Standar lama, mesin diesel injeksi tidak langsung
- API CH-4 → Untuk mesin diesel high-speed, multi-valve
- API CI-4 → Standar untuk mesin diesel modern dengan EGR
- API CK-4 → Standar terkini untuk mesin diesel teknologi baru
Catatan penting untuk engineer: Pelumas dengan API grade lebih tinggi umumnya backward compatible (bisa digunakan untuk mesin yang memerlukan grade lebih rendah), tapi tidak berlaku sebaliknya.
API untuk Pelumas Hidrolik
Untuk sistem hidrolik, standar yang sering digunakan bukan API melainkan kombinasi DIN dan ISO — yang akan kita bahas di bagian berikutnya. Namun untuk beberapa referensi lama, API GL (untuk gear lubricant) masih relevan:
| Kode API | Aplikasi |
|---|---|
| API GL-1 | Gear manual ringan, tanpa EP additives |
| API GL-4 | Transmisi manual kendaraan, differential ringan |
| API GL-5 | Hypoid gear, differential berat, axle |
NLGI: Klasifikasi Khusus untuk Grease
Kalau yang Anda tangani bukan oli cair tapi grease (gemuk), maka standar yang relevan adalah NLGI.
NLGI = National Lubricating Grease Institute
NLGI mengklasifikasikan kekentalan grease menggunakan angka dari 000 hingga 6. Semakin besar angkanya, semakin padat atau keras konsistensi greasenya.
| NLGI Grade | Konsistensi | Aplikasi Umum |
|---|---|---|
| NLGI 000 | Semi-fluid | Gearbox tertutup, gear terbuka |
| NLGI 00 | Semi-fluid | Gearbox sentralisasi |
| NLGI 0 | Sangat lunak | Bearing kecepatan tinggi, temperatur rendah |
| NLGI 1 | Lunak | Bearing besar, suhu rendah, centralized lubrication |
| NLGI 2 | Normal (paling umum) | Bearing umum, wheel hub, chassis |
| NLGI 3 | Agak keras | Bearing vertikal, mencegah kebocoran |
| NLGI 4 | Keras | Aplikasi suhu tinggi |
| NLGI 5 | Sangat keras | Open gear, kabel baja |
| NLGI 6 | Blok/padat | Aplikasi khusus |
NLGI 2 adalah grade paling umum yang digunakan di sebagian besar aplikasi bearing industri. Tapi jangan asumsikan selalu NLGI 2 — kondisi operasional seperti suhu, kecepatan, dan beban bisa memerlukan grade yang berbeda.
Huruf Setelah Angka NLGI
Seringkali di belakang angka NLGI ada huruf tambahan dari standar ASTM D4950, yang menunjukkan jenis aplikasinya:
- L = Chassis lubrication
- G = Wheel bearing grease
- Kombinasi LB, GC, GC-LB menunjukkan performa untuk aplikasi gabungan
ACEA dan Standar Eropa Lainnya
Jika mesin Anda buatan Eropa — terutama merek seperti Scania, Volvo, MAN, Mercedes-Benz, atau alat berat Eropa — Anda mungkin menemukan kode ACEA di spesifikasi manualnya.
ACEA = Association des Constructeurs Européens d’Automobiles (Asosiasi Produsen Mobil Eropa)
Sistem ACEA menggunakan huruf dan angka:
- A = Mesin bensin (passenger car)
- B = Mesin diesel ringan
- C = Mesin dengan aftertreatment system (DPF, catalyst)
- E = Mesin diesel berat/komersial
Contoh: ACEA E9 adalah standar untuk pelumas mesin diesel berat (heavy-duty) yang memenuhi persyaratan emisi terbaru Euro 6.
Tips lapangan: Jika manual mesin Anda menyebutkan ACEA E7 atau E9, pastikan pelumas yang Anda gunakan mencantumkan klaim tersebut secara eksplisit di Technical Data Sheet (TDS)-nya. Jangan asumsikan hanya karena label tertulis “untuk mesin diesel berat.”
DIN, AGMA, dan Kode Industri Spesifik
Dua standar ini sering muncul dalam spesifikasi mesin-mesin Eropa dan mesin-mesin untuk industri gearbox berat:
DIN (Deutsches Institut für Normung — Standar Jerman)
Standar DIN sangat umum ditemukan di mesin-mesin hidrolik dan gearbox buatan Jerman. Contoh yang paling sering ditemui di industri Indonesia:
DIN 51524 → Standar untuk pelumas hidrolik, dibagi tiga bagian:
- Part 1 (HL) = Pelumas hidrolik dasar dengan antioksidan dan anti-korosi
- Part 2 (HLP) = Pelumas hidrolik dengan aditif anti-wear (paling umum)
- Part 3 (HVLP) = Pelumas hidrolik dengan Viscosity Index tinggi (untuk suhu fluktuatif)
Jadi kalau manual mesin hidrolik Anda menyebutkan “DIN 51524 Part 2 HLP”, artinya Anda butuh pelumas hidrolik dengan aditif anti-wear — bukan sembarang pelumas hidrolik.
AGMA (American Gear Manufacturers Association)
Standar AGMA digunakan untuk pelumas gearbox industri. Sistem numeriknya berbeda dari ISO VG dan tidak boleh dicampur begitu saja.
| AGMA Grade | Setara ISO VG (approx.) |
|---|---|
| AGMA 1 | ISO VG 46 |
| AGMA 2 | ISO VG 68 |
| AGMA 3 | ISO VG 100 |
| AGMA 4 | ISO VG 150 |
| AGMA 5 | ISO VG 220 |
| AGMA 6 | ISO VG 320 |
| AGMA 7 | ISO VG 460 |
| AGMA 8 | ISO VG 680 |
| AGMA 8A | ISO VG 1000 |
Perhatian: Konversi AGMA ke ISO VG di atas adalah perkiraan umum. Untuk aplikasi kritis, selalu konfirmasi ke Technical Data Sheet produk atau konsultasikan dengan tim teknis distributor Anda.
Contoh Nyata: Cara Baca Label Pelumas di Lapanga
Sekarang mari kita praktikkan. Bayangkan Anda memegang kaleng TotalEnergies AZOLLA ZS 46 dan ingin memverifikasi apakah ini produk yang tepat untuk sistem hidrolik di pabrik Anda.
Di Technical Data Sheet produk tersebut, Anda akan menemukan informasi seperti:
Viscosity Grade : ISO VG 46
Viscosity at 40°C : 46 cSt
Viscosity at 100°C : 6,8 cSt
Viscosity Index : 100
Pour Point : -30°C
Flash Point : 228°C
Specifications : DIN 51524 Part 2 HLP
ISO 11158 HM
Vickers I-286-S
Denison HF-0, HF-1, HF-2
Bagaimana cara membacanya?
ISO VG 46 → Ini pelumas dengan kekentalan standar 46 cSt pada 40°C. Cocok untuk sistem hidrolik umum pada kondisi operasional normal.
DIN 51524 Part 2 HLP → Pelumas ini memenuhi standar hidrolik Jerman dengan aditif anti-wear. Jadi bisa digunakan di mesin apapun yang mensyaratkan HLP.
ISO 11158 HM → Memenuhi standar ISO untuk pelumas hidrolik kategori HM (mineral, anti-wear).
Vickers I-286-S → Diuji dan disetujui sesuai spesifikasi pompa hidrolik merek Vickers (Eaton). Kalau pabrik Anda menggunakan pompa Vickers, ini sinyal bagus.
Denison HF-0, HF-1, HF-2 → Disetujui oleh Parker Hannifin/Denison untuk digunakan di pompa dan sistem hidrolik merek mereka.
Kesimpulan: Kalau manual sistem hidrolik pabrik Anda menyebutkan “gunakan pelumas ISO VG 46 yang memenuhi DIN 51524 Part 2 HLP”, maka TotalEnergies Azolla ZS 46 adalah jawaban yang tepat — karena semua syarat tersebut terpenuhi sekaligus.
Ini persis cara seorang maintenance engineer yang berpengalaman mencocokkan spesifikasi.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi di Lapangan
Setelah memahami cara membaca kode di atas, ada baiknya kita juga kenali beberapa kesalahan umum yang sering terjadi — bahkan di pabrik-pabrik besar sekalipun:
Mengganti pelumas berdasarkan viskositas saja, mengabaikan standar performa. Dua pelumas dengan ISO VG sama tapi standar berbeda (misalnya HL vs HLP) punya perlindungan yang sangat berbeda untuk sistem hidrolik.
Mencampur pelumas dari dua merek berbeda tanpa mengecek kompatibilitas kimia. Aditif dari dua formulasi yang berbeda bisa bereaksi dan justru merusak kualitas keduanya.
Menggunakan grease NLGI 2 generik untuk semua bearing tanpa memperhatikan thickener type. Grease berbasis lithium dan grease berbasis calcium tidak kompatibel — mencampurnya bisa menyebabkan grease menjadi sangat encer atau sangat keras.
Tidak memverifikasi OEM approval. Beberapa produsen mesin (seperti Caterpillar, Komatsu, Liebherr) mensyaratkan pelumas dengan OEM approval spesifik mereka. Kalau ini diabaikan, garansi mesin bisa gugur.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Apa bedanya ISO VG 46 dan ISO VG 68 untuk sistem hidrolik?
A: ISO VG 46 lebih encer dan cocok untuk sistem hidrolik dengan pompa berkecepatan tinggi atau di lingkungan bersuhu lebih panas (tropik seperti Indonesia). ISO VG 68 lebih kental dan lebih cocok untuk sistem dengan tekanan sangat tinggi atau mesin yang beroperasi di suhu lebih dingin. Selalu ikuti rekomendasi di manual mesin Anda karena insinyur perancang mesin sudah memperhitungkan viskositas yang optimal untuk desain spesifik mereka.
Q: Apakah pelumas dengan API CK-4 bisa menggantikan pelumas API CI-4?
A: Pada umumnya ya, karena API CK-4 dirancang backward compatible dengan mesin yang memerlukan CI-4. Namun selalu verifikasi ke Technical Data Sheet dan konfirmasi dengan distributor resmi karena ada beberapa kasus khusus di mesin tertentu.
Q: Bagaimana cara tahu grease yang saya gunakan sudah NLGI berapa?
A: Informasi NLGI selalu tercantum di label kemasan dan di Technical Data Sheet (TDS) produk. Kalau Anda tidak bisa menemukan TDS, hubungi distributor resmi produk tersebut untuk mendapatkan dokumentasi lengkapnya.
Q: Apakah saya perlu membersihkan sistem sebelum mengganti ke pelumas grade berbeda?
A: Tergantung perbedaan gradingnya. Jika hanya mengganti viskositas dalam keluarga produk yang sama (misal dari ISO VG 46 ke ISO VG 68 dalam lini produk yang sama), biasanya cukup dengan drain dan fill normal. Tapi jika Anda berganti merek, berganti base oil type (mineral ke sintetik), atau berganti jenis aditif, sebaiknya lakukan flushing terlebih dahulu. Konsultasikan dengan tim teknis distributor Anda untuk prosedur yang tepat.
Q: Di mana saya bisa mendapatkan Technical Data Sheet (TDS) pelumas TotalEnergies?
A: TDS semua produk TotalEnergies tersedia melalui PT. Nabel Sakha Gemilang sebagai distributor resmi. Tim teknis kami juga bisa membantu menginterpretasikan TDS sesuai kondisi operasional mesin Anda.
Kesimpulan
Membaca spesifikasi pelumas mungkin terasa rumit di awal, tapi sebenarnya sangat sistematis begitu Anda memahami logika di balik setiap kode.
Untuk meringkasnya:
ISO VG → Bicara tentang kekentalan. Ikuti angkanya sesuai manual mesin.
API → Bicara tentang kualitas dan performa. Makin tinggi grade-nya, makin baik perlindungannya.
NLGI → Khusus untuk grease. NLGI 2 paling umum, tapi tidak selalu cocok untuk semua aplikasi.
DIN / ACEA / AGMA → Standar regional dan industri spesifik. Sangat penting untuk mesin-mesin Eropa dan gearbox industri berat.
Yang perlu selalu diingat: jangan hanya membeli pelumas berdasarkan nama merek atau harga. Verifikasi spesifikasinya, cocokkan dengan persyaratan di manual mesin, dan jika ragu — tanyakan ke distributor resmi yang punya tim teknis kompeten.
Masih Bingung? Tim Teknis Kami Siap Membantu
PT. Nabel Sakha Gemilang memiliki tim teknisi berpengalaman yang siap membantu Anda:
- Mencocokkan spesifikasi pelumas dengan kebutuhan mesin Anda
- Menyediakan Technical Data Sheet (TDS) lengkap semua produk TotalEnergies
- Melakukan on-site technical visit gratis ke fasilitas Anda
- Memberikan free technical training untuk tim maintenance
Tlp : +62 811-1916-8752 email : sales@nabelsakha.com
Artikel ini ditulis oleh Tim Teknis PT. Nabel Sakha Gemilang, distributor resmi TotalEnergies Industrial Lubricants di Indonesia sejak 2006.