Oli adalah pelumas yang berfungsi untuk melumasi serta mengurangi gesekan antar komponen mesin seperti roda gigi atau gear, piston, ataupun silinder. Karena peran yang penting inilah, pemilihan oli harus tepat agar kinerja mesin tetap optimal terutama untuk mesin-mesin berat di sektor industri.
Jika kita lihat dari kandungannya, secara umum oli terbagi dalam dua jenis yaitu yang oli mineral dan oli sintetik. Meski sama-sama berfungsi sebagai pelumas, keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Lantas, apa sebenarnya perbedaan di antara keduanya? Dan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan untuk mesin industri? Mari kita simak penjelasannya secara lebih mendalam dalam artikel berikut ini.
Baca juga: 5 Bahaya Akibat Salah Memilih Oli Hidrolik
Apa itu Oli Mineral
Oli mineral adalah jenis pelumas yang berasal dari hasil penyulingan minyak bumi secara langsung. Proses ini menghasilkan pelumas dasar (base oil) dengan struktur molekul yang masih alami. Karena proses pengeringannya tidak terlalu kompleks, oli mineral umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau dan telah lama digunakan dalam berbagai aplikasi mesin.
Namun, di balik keunggulan harganya, oli mineral cenderung memiliki keterbatasan dari segi kestabilan termal dan ketahanan terhadap oksidasi. Artinya, saat mesin bekerja dalam suhu tinggi atau dalam jangka waktu panjang, performa oli mineral bisa menurun lebih cepat, sehingga perlu dilakukan penggantian oli lebih sering.
Apa Itu Oli Sintetik?
Berbeda dari oli mineral, oli sintetik adalah hasil rekayasa kimia di laboratorium. Oli ini tidak diambil secara langsung dari minyak bumi, melainkan disusun melalui proses sintesis yang menggabungkan molekul-molekul tertentu untuk membentuk pelumas dengan struktur yang lebih seragam.
Dari hasil pemrosesan ini, oli sintetik memiliki kestabilan viskositas yang lebih tinggi, ketahanan terhadap suhu ekstrem yang lebih baik, serta perlindungan yang lebih optimal terhadap gesekan dan keausan.
Oli sintetik juga lebih tahan terhadap pembentukan endapan (sludge), sehingga bisa memperpanjang usia mesin serta meminimalkan kebutuhan perawatan.
Selain keduanya, dikenal juga jenis oli semi sintetik yakni campuran antara oli sintetik dan oli mineral. Oli ini berada di tengah-tengah antara keduanya seperti memiliki harga yang lebih mahal daripada oli mineral tapi masih lebih murah daripada oli sintetik.
Oli sintetik memiliki masa pakai yang relatif lebih panjang daripada oli mineral namun masih lebih pendek dari oli sintetik dan performanya juga tidak seoptimal oli sintetik. Oli semi sintetik umumnya digunakan sebagai alternatif untuk mesin-mesin yang tidak bisa diaplikasikan dengan oli mineral namun dengan biaya yang lebih murah.
Baca juga: Maintenance Mesin: Arti, Jenis, dan Peran Pelumas
Tabel perbedaan oli mineral dan oli sintetik
| Oli Mineral | Oli Sintetik |
| Berasal dari penyulingan ekstrak minyak mentah yang bersumber dari pengolahan minyak bumi | Oli yang sudah mengalami pemrosesan lebih lanjut dengan penambahan zat kimia aditif |
| Lebih kental | Lebih encer |
| Struktur molekul tidak seimbang | Struktur molekul lebih seimbang, lebih baik |
| Ketahanan terhadap suhu lemah | Lebih tahan terhadap suhu dan kondisi ekstrem |
| Harga lebih terjangkau | Harga lebih mahal |
| Masa pakai lebih pendek, frekuensi penggantian lebih sering | Masa pakai lebih panjang, lebih tahan lama |
| Sering meninggalkan kerak pada permukaan komponen mesin | Perlindungan mesin atau komponen dari korosi, kerak, dan keausan lebih maksimal |
| Mudah teroksidasi | Lebih tahan terhadap oksidasi |
| Digunakan di kendaraan atau mesin-mesin lama yang belum terlalu canggih | Banyak digunakan di kendaraan dan mesin-mesin modern berteknologi tinggi |
Mana yang Lebih Baik dari Oli Mineral dan Oli Sintetik?
Jika dilihat dari performa, masa pakai, hingga perlindungan terhadap komponen dan mesin, oli sintetik jelas lebih unggul dari oli mineral. Namun yang perlu digarisbawahi adalah pemilihan antara oli mineral dan oli sintetik sebenarnya tergantung pada kebutuhan dan jenis mesin yang digunakan
Untuk mesin-mesin lama dengan teknologi yang belum terlalu canggih serta kondisi kerja yang tidak berat, oli mineral lebih cocok untuk digunakan, selain itu secara biaya juga lebih hemat karena harganya lebih terjangkau. Sedangkan untuk mesin-mesin terbaru yang lebih canggih, beban kerja tinggi, lingkungan kerja ekstrem, jelas lebih cocok menggunakan oli sintetik agar performa mesin tetap optimal. Jadi penggunaan jenis oli memang harus disesuaikan dengan mesin-mesin yang Anda gunakan.
Butuh Distributor Pelumas Industri Terpercaya?
Oli mineral dan oli sintetik memiliki keunggulannya masing dan penggunaan keduanya harus dilihat dari kebutuhan dan jenis mesin yang digunakan. Jika Anda mencari pelumas industri berkualitas tinggi, Nabel Sakha Gemilang adalah jawabannya.
Sebagai distributor resmi TotalEnergies di Indonesia, Nabel Sakha Gemilang menyediakan produk-produk pelumas industri yang sudah terjamin keaslian dan kualitasnya. Pelumas industri dari TotalEnergies telah digunakan di berbagai industri mulai dari manufaktur, chemical, F&B, otomotif, steel, dan masih banyak lagi.
Tak hanya produk pelumas industri berkualitas, Nabel Sakha Gemilang juga memiliki layanan konsultasi, technical visit, hingga analisis oli, untuk membantu Anda menemukan produk oli apa yang paling sesuai kebutuhan dan spesifikasi industri, sekaligus menemukan potensi masalah sejak dini di mesin-mesin industri Anda.
Untuk informasi lebih lengkap hubungi kami di nabelsakha.com/contact