Lebih dari 70 persen masalah pada oli disebabkan oleh kontaminasi partikel, mulai dari debu, air, udara, maupun serpihan logam. Oli yang sudah terkontaminasi bisa menimbulkan berbagai masalah dalam sistem dan mesin industri. Di antaranya korosi, komponen jadi cepat aus, sumbatan pada saluran oli, hingga kinerja mesin yang menurun, mengakibatkan operasional industri terhambat.
Meski dampaknya signifikan, kontaminasi ternyata bisa dideteksi lebih awal lewat apa yang dinamakan cleanliness test. Hasil yang didapat dari cleanliness test bisa menunjukkan tingkat kebersihan oli dari kontaminasi partikel.
Karena itu cleanliness test sangat penting dilakukan bagi pelaku industri untuk mencegah potensi kerusakan akibat oli yang terkontaminasi.
Baca juga: 5 Bahaya Akibat Salah Memilih Oli Hidrolik
Apa itu cleanliness oil
Cleanliness oil adalah indikator yang menunjukkan tingkat kebersihan oli. Dari Cleanliness oil ini bisa diketahui jumlah kontaminan yang terkandung di dalam oli, baik itu kontaminan padatan (serbuk logam, debu) ataupun cairan.
Untuk mengetahui berapa tingkat cleanliness, dilakukan pengujian melalui cleanliness test. Cleanliness oil menggunakan dua standar internasional yaitu ISO 4406:1999 dan NAS 1638 untuk mengklasifikasikan jumlah partikel berukuran mikron dalam sampel pelumas.
1. ISO 4406:1999
Standar ini menyatakan jumlah partikel per mililiter (mL) yang terdapat pada fluida dengan ukuran:
- >4 mikron
- >6 mikron
- >14 mikron
Hasilnya ditampilkan dalam bentuk tiga angka, contohnya: 18/16/13. Semakin besar angkanya berarti semakin banyak jumlah partikel yang terdapat pada fluida. Dengan kata lain fluida tersebut semakin terkontaminasi.
- NAS 1638
Merupakan standar kebersihan fluida yang didasarkan pada pengukuran distribusi partikel padatan pada rentang >5 hingga >100 microns. Kode tersebut didapatkan dari jumlah partikel maksimum/100mL pada range berikut:
- 5 – 15 microns
- 15 – 25 microns
- 25 – 50 microns
- 50 – 100 microns
- 100 microns
Hasilnya ditampilkan dalam bentuk angka, contohnya: NAS 5, NAS 8. Setiap kelas NAS (0 sampai 12) menunjukkan maksimum jumlah partikel per 100 mL. Artinya semakin tinggi kelasnya, semakin kotor suatu fluida.
- Konversi ISO 4406:1999 ke NAS 1638
Terdapat tabel konversi antara kedua standar tersebut, yaitu:
| ISO 4406 | NAS 1638 |
| 23/21/18 | |
| 22/20/18 | |
| 22/20/17 | |
| 22/20/16 | |
| 21/19/16 | |
| 20/18/15 | |
| 19/17/14 | 8 |
| 18/16/13 | 7 |
| 17/15/12 | 6 |
| 16/14/12 | — |
| 16/14/11 | 5 |
| 15/13/10 | 4 |
| 14/12/09 | 3 |
| 13/11/08 | 2 |
| 12/10/08 | — |
| 12/10/07 | 1 |
| 12/10/06 | — |
Mengapa Cleanliness Test Itu Penting?
Kontaminasi partikel pada oli bisa menyebabkan kualitas dan kinerjanya menurun. Akibatnya bisa timbul masalah pada komponen mesin. Seperti keausan pada pompa, valve, bearing, dll.
Cleanliness test diperlukan untuk mendeteksi potensi masalah tersebut lebih awal. Sebab kerusakan pada mesin dan sistem bisa berakibat pada downtime yang merugikan secara biaya.
Dengan menjaga level kebersihan pada oli, risiko downtime bisa dihindari dan efisiensi biaya pemeliharaan secara jangka panjang.
Baca juga: Jenis-jenis Maintenance Mesin Pabrik
Cleanliness Test sebagai Layanan After Sales Nabel Sakha Gemilang
Kebersihan oli adalah kunci performa mesin industri. Karena itu, kami hadir dengan layanan Cleanliness Test untuk membantu Anda mendeteksi potensi masalah sejak dini sebelum menjadi downtime yang merugikan.
Layanan ini adalah bagian dari komitmen kami sebagai mitra industri yang tidak hanya menjual produk, tapi juga memberikan dukungan teknis berkelanjutan.
Ingin konsultasi seputar pelumas industri dan cleanliness oil? Hubungi kami sekarang di sini